Ketimpangan Luas Lahan Dan Ketersediaan Pangan Pokok Di Kabupaten Sumba Timur

  • Rinto Tamu Ama Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Elfis Umbu Katongu Retang Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Junaedin Wadu Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
Keywords: Williamson Index, Planting Area, Harvest Area, Staple Food Availability

Abstract

This research aims to find out the magnitude of the level of widespread inequality of planting and widespread inequality of basic food harvest of production between sub-districts in East Sumba Regency. The data in this study used secondary data of time series during 2017 - 2020 found in 22 sub-districts in East Sumba Regency.The analysis methods used are the Williamson Index and the Length of Food Availability. The results of the analysis showed high inequality in planting area and area of staple food harvest between sub-districts in East Sumba Regency. Williamson's inequality index for planting area is 0.59 and harvest area is 0.58. This high inequality occurs due to the widespread distribution of planting and uneven harvest area and is also caused by the number of residents between sub-districts. The average availability of rice equivalent staple food at the level of East Sumba Regency reached the adequacy of basic food for 2,830 days. This means that East Sumba Regency has been able to meet food adequacy for 365 days.in East Sumba Regency, there are 3 sub-districts that have not had enough food availability for 365 days, namely Waingapu City only enough for 13 days, Kanatang 273 days and Haharu 347 days.

References

Adelina, P., Lubis, S., & Ayu, S. (2012). Analisis Rasio Ketersediaan Dengan Konsumsi Pangan di Kota Medan. Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Amir, H. (2012). Ketimpangan antar wilayah melebar atau merapat. Jurnal Warta Fiskal, 5(2), 16–19.
Andiaskiton, M. (2019). Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Smart, 3(2), 68–80.
Aprianoor, P., & Muktiali, M. (2015). Kajian Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Barat. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 4(4), 484–498.
Ar-rozi, A. M., Strategis, R., Pertanian, K., Kementan, R., Pertanian, K., Pertanian, R., Revitalisasi, G., Lahan, K. P., Lahan, P., Lahan, D., & Berbasis, K. (2014). Berbasis Palawija. 4, 27–39.
BPS Sumba Timur. (2020). Sumba Timur Dalam Angka.
Fahrizal, Sarfiah, S. N., & Juliprijanto, W. (2019). Analisis ketimpangan ekonomi provinsi jawa tengah tahun 2008-2017. DINAMIC: Directory Journal of Economic, 1(4), 399–417. http://jom.untidar.ac.id/index.php/dinamic/article/view/803/459
Fallo, Y. K., Lango, A. N. ., & Hendrik, E. (2019). AKSES DAN KETERSEDIAAN PANGAN POKOK PADA RUMAH TANGGA PETANI DI DESA NAPI KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Yeberni. Buletin EXCELLENTIA, VIII(1), 53.
Ika Wahyuntari, L., & Pujiati, A. (2018). Disparitas Pembangunan Wilayah Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Economics Development Analysis Journal, 5(3), 296–305. https://doi.org/10.15294/edaj.v5i3.22153
J, I. H. P., & Sai, S. S. (2009). KONSERVASI LAHAN KAWASAN KABUPATEN SUMBA TIMUR Kustamar. VII.
Jannah, A., & Kurniawati, T. (2018). ANALISIS KAJIAN POTENSI EKONOMI WILAYAH KABUPATEN AGAM. Jurnal Ecogen, 1(2), 474–481.
Mamani, imanuel m. (2017). Ketimpangan Luas Lahan Dan Ketersediaan Pangan Pokok Hasil Produksi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Analisis Data Sekunder Tahun 2006 – 2015). Universitas Cendana Kupang.
Mariyani, S., Prasmatiwi, F. E., & Adawiyah, R. (2017). Ketersediaan pangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan rumah tangga petani padi anggota lumbung pangan di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 5(3), 304.
Mopangga, H. (2014). Analisis ketimpangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo. Trikonomika Journal, 10(1), 40–51.
Mulyani, S., Putri, F. M., Andoko, B. W., Akbar, P., & Novalia, S. (2020). Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Kondisi Ketahanan Pangan Di Indonesia (Studi Kasus Provinsi Bali). Jurnal Ketahanan Nasional, 26(3), 421. https://doi.org/10.22146/jkn.60703
Sakip, I. A. (2017). PENGARUH INVESTASI, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011-2015. University of Muhammadiyah Malang.
Sukirno, S. (2004). Makro ekonomi teori pengantar edisi ketiga. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syarief, H., Damanik, R. M., Sinaga, T., & Doloksaribu, T. H. (2014). Pemanfaatan daun bangun-bangun dalam pengembangan produk makanan tambahan fungsional untuk ibu menyusui. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(1), 38–42.
Tiara, S. (2016). Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Propinsi Sumatera Utara. Jurnal Ekonomikawan, 5, 1–16. https://www.neliti.com/publications/77513/analisis-ketimpangan-distribusi-pendapatan-di-propinsi-sumatera-utara.
Published
2022-06-19
How to Cite
Ama, R., Retang, E., & Wadu, J. (2022). Ketimpangan Luas Lahan Dan Ketersediaan Pangan Pokok Di Kabupaten Sumba Timur. Sigmagri, 2(01), 1-11. https://doi.org/10.32764/sigmagri.v2i01.675
Section
Articles