Faktor Efektivitas Penggunaan Nematoda Entomopatogen
DOI:
https://doi.org/10.32764/epic.v5i1.895Keywords:
NEP, patogenesitas, biotik, AbiotikAbstract
Pengendalian secara hayati menggunakan nematoda entomopatogen merupakan salah satu upaya dalam pengendalian hama ramah lingkungan serta mampu menjaga ekosistem lingkungan tanaman. Mekanisme patogenesitas NEP melalui bakteri yang berasosiasi dalam fase juvenil infektif sehingga mampu membunuh serangga hama. Keberadaan nematoda entomopatogen dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi pemilihan jenis spesies, jumlah spesies dan fase hidup. Sedangkan factor abiotik meliputi kondisi lingkungan, kelembaban tanah, suhu tanah, pH tanah, dan kandungan pupuk dan pestisida kimia dalam tanah. Perbanyakan secara konvensional yang efisien tenaga, waktu dan biaya yaitu secara in vivo dengan teknik baiting menggunakan larva Tenebrio molitor. Teknik aplikasi NEP dapat dilakukan dengan berbagai cara penyemprotan dan irigasi, baik menggunakan irigasi tetes, penyemprotan tekanan, penyemprotan kabut dan elektrostatis. Faktor yang perlu diperhatikan mengenai tekanan, jenis nosel dan hama sasaran. Salah satu faktor efektifitas NEP adalah pengembangan formulasi dosis yang efektif. Dosis terbaik pada konsentrasi Heterorhabditis sp. 400 JI/ml tercapai setelah 37,96 jam setelah aplikasi. Pengaplikasian Heterorhabditis sp. pada larva Spodoptera litura menimbulkan mortalitas sebesar 43% setelah 24 jam aplikasi. Pengembangan formulasi dosis harus terus dilakukan dikarenakan setiap spesies NEP memiliki kemampuan patogenesitas berbeda dan tergantung pada hama sasaran.
References
Burnell, A., & Stock, S. P. (2000). Heterorhabditis, Steinernema and their bacterial symbionts—lethal pathogens of insects. Nematology, 2(1), 31-42.
Chaerani & B. Nurbaeti. (2007). Uji efektivitas nematoda entomopatogen (Rhabditida: Steinernema dan Heterorhabditis) sebagai musuh alami non endemik penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas). J.HPT Tropika, 7 (2), 74-79.
Chaerani, T Griffin, C., (2015). Perbanyakan massal nematoda patogenik serangga heterorhabditis indicus secara in vivo. Jurnal AgroBiogen, 5(1), 869-882.
Dolinski, C., Pinto, C. C. S., Robaina, R. R., & Bellini, L. L. (2010). Effect of soil texture on the mobility of Heterorhabditis baujardi ‘LPP7’ (Rhabditida: Heterorhabditidae). Nematologia Brasileira, 34, 123–128.
Duncan, L. W., Graham, J. H., Zellers, J., Bright, D., Dunn, D. C., El-Borai, F. E., et al. (2007). Food web responses to augmenting the entomopathogenic nematodes in bare and animal manure-mulched soil. Journal of Nematology, 39(2), 176–189.
Fife, J. P., Derksen, R. C., Ozkan, H. E., & Grewal, P. S. (2003). Effects of pressure differentials on the viability and infectivity of entomopathogenic nematodes. Biological Control, 27(1), 65-72.
Fife, J. P., Ozkan, H. E., Derksen, R. C., & Grewal, P. S. (2006). Using computational fluid dynamics to predict damage of a biological pesticide during passage through a hydraulic nozzle. Biosystems Engineering, 94, 387–396.
Han, R., & Dolinksi, C. (2012). Entomopathogenic nematode production and application technology. Journal of Nematology, 44, 206–217.
Indrayani, I. G. A. A., & Soetopo, D. (2014) Bioetika pemanfaatan patogen serangga untuk pengendalian hama secara hayati.
Lewis, E. E., & Clarke, D. J. (2012). Nematode parasites and entomopathogens. In Insect pathology (pp. 395-424). Academic Press.
Kanga, F. N., Waeyenberge, L., Hauser, S., & Moens, M. (2012). Distribution of entomopathogenic nematodes in Southern Cameroon. Journal of Invertebrate Pathology, 109, 41–51.
Maulida, H. C., Rokhim, S., & Zahroin, E. (2021). Patogenitas nematoda entomopatogen heterorhabditis spp. terhadap larva spodoptera litura. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, 6(2), 96-101.
Moreira, G. F., Batista, E. S. D. P., Campos, H. B. N., Lemos, R. E., & Ferreira, M. D. C. (2013). Spray nozzles, pressures, additives and stirring time on viability and pathogenicity of entomopathogenic nematodes (Nematoda: Rhabditida) for greenhouses. Plos One, 8(6), e65759.
Rahardjo, B. T., Tarno, H., & Afifah, L. (2014). Efikasi nematoda entomopatogen heterorhabditis sp. isolat lokal terhadap diamond back moth Plutella xylostella. Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 2(2), 1-8.
Samsudin, S., & Indriati, G. (2013). Sinergisme Heterorhabditis sp. dengan penyarungan buah dalam mengendalikan penggerek buah kakao Conopomorpha cramerella. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 4(1), 19-26.
Shapiro-Ilan, D. I., & Brown, I. (2013). Earthworms as phoretic hosts for Steinernema carpocapsae and Beauveria bassiana: Implications for enhanced biological control. Biological Control, 66, 41–48.
Shapiro-Ilan, D. I., Gouge, D. H., & Koppenhöfer, A. M. (2002). Factors affecting commercial success: Case studies in cotton, turf and citrus. In R. Gaugler (Ed.), Entomopathogenic nematology (pp. 333–355). New York: CABI.
Shapiro-Ilan, D. I., Han, R., & Qiu, X. (2014). Production of entomopathogenic nematodes. In J. Morales-Ramos, G. Rojas, & D. I. Shapiro-Ilan (Eds.), Mass production of beneficial organisms: Invertebrates and entomopathogens (pp. 321–356). Amsterdam: Academic.
Uhan, T. S. (2008). Kemangkusan Nematoda Entomopatogen Steinernema carpocapsae terhadap Hama Penggerek Umbi/Daun (Phthorimaea operculella Zell.) Kentang. Jurnal Hortikultura, 18 (1),46-54.
Widyaningrum, P., Subekti, N., & Priyono, B. (2016). Uji Patogenitas Nematoda Entomopatogen Isolat Semarang Steinernema sp pada Rayap Tanah Macrotermes sp. Prosiding Semnas Hasil Penelitian.
Woodring, J. L., & Kaya, H. K. (1988). Steinernematid and heterorhabditid nematodes: a handbook of biology and techniques. Southern cooperative series bulletin (USA).