Studi Literasi Potensi Trichoderma spp. sebagai Jamur Entomopatogen
DOI:
https://doi.org/10.32764/epic.v5i1.888Keywords:
Trichoderma spp., Entomopatogen, Karakterisasi, Mekanisme Kerja, Pembuatan MasalAbstract
Pengendalihan hayati ini dapat digunakan untuk mengendalikan serangga hama. Salahsatunya menggunakan jamur entomopatogen berupa Trichoderma spp. Jamur entomopatogen adalah salah satu parasit alami ini. Jamur entomopatogen merupakan salah satu jamur yang bersifat heterotrof. Karena sifat heterotroph jamur entomopatogen hidup sebagai parasit pada serangga hama. Karakterisasinya dapat dikenali salah satunya melalui karakter makroskopis dan juga mikroskopisnya. Beberapa spesiesnya yaitu T. hamantum, T. koningii, T. harzianum, T. polysporum, dan T. Mekanisme kerjanya dengan hifa jamur tumbuh di perut bagian bawah larva dan menutupi ostiola pernapasan aureoviride. Jamur bersifat saprofit menghasilkan aktivitas enzimatik yang lebih luas dibandingkan dengan patogen yang menghasilkan subset enzim yang mencerminkan ceruk ekologisnya. Perbanyakan massal Trichoderma spp. dapat menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) dan perbanyakan pada media jagung serta beras. Trichoderma spp. sebagai entomopatogen memiliki kelebihan dan kekurangan.
References
Gunawan, B. (2020). Eksplorasi, isolasi
dan identifikasi jamur entomopatogen
yang menginfeksi serangga hama. Jurnal
Proteksi Tanaman Tropis, 1(2), 70-76.
Chet, I., Bortman, Y., & Viterbo, A. (2009).
Trichoderma an environment friendly
biocontrol agent of plant disease. New Delhi:
Proceedings of the 5th International
Conference on Biopesticides: Stakeholders
perspectives.
Dunlap, C., Ramirez, J. L. & Mascarin, G. M.
(2017). Entomopathogen ID: a curated
sequence resource for entomopathogenic
fungi. Antonie van Leeuwenhoek, 111: 897-
904. DOI: 10.1007/ s10482-017-0988-2.
Ghosh, S. K. & Pal, S. (2016). Entomopathogenic
potential of Trichoderma longibrachiatum
and its comparative evaluation with
malathion against the insect pest Leucinodes
orbonalis. Environ Monit Assess, 3(7), 188-
195.
Gusnawaty, H. S., T. Muhammad, T. Leni, &
Asniah. (2014). Karakterisasi Morfologis
Trichoderma spp. Indigenus Sulawesi
Tenggara. J. Agroteknos, 4 (2), 87-93.
Islam, M. S., Subbiah, V. K., & Siddiquee, S.
(2022). Efficacy of Entomopathogenic
Trichoderma Isolates against Sugarcane
Woolly Aphid, Ceratovacuna lanigera
Zehntner (Hemiptera: Aphididae).
Horticulturae, 8(2), 1-21.
Masyitah, I., Sitepu, S. F., & Safni, I. (2017).
Potensi JamurEntomopatogen untuk
Mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera
litura F. pada Tanaman Tembakau In Vivo.
Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(3), 484-
493.
Mona, K., Abdou, E. M., Halim, H., & Noha, L.
(2016). Biocontrol Potential of
Entomopathogenic Fungus, Trichoderma
Hamatum against the Cotton Aphid, Aphis
Gossypii. IOSR Journal of Environmental
Science, Toxicology and Food Technology
(IOSR-JESTFT), 10(5), 11-20.
Sanjaya, Y., Suhara, & Halimah, M. (2021). The
effect of three entomopatho genic
Trichoderma spp. on cabbagehead
catterpillar Crocidolomia binotalis. Journal
of Entomological Research, 45(2) , 210-213.
Sopialena, Sopian, & Allita, L. D. (2020).
Diversitas Jamur Endofit Pada Tanaman Padi
(Oryza sativa L.) dan Potensinya Sebagai
Pengendali Hama. Jurnal Agroekoteknologi
Tropika Lembab, 2(2), 105-110.
Singha, D., Rainab, T. K., & Singh, J. (2017).
Entomopathogenic Fungi: An Effective
Biocontrol Agent for Management of Insect
Populations Naturally. Journal of
Pharmaceutical Sciences and Research,
9(6), 830-839.
Sumitro, Y., Syuryati, Hamdan, S., & Putri, E. E.
(2020). Perbanyakan Massal Trichoderma
sp. pada Media Potato Dextrose Agar (PDA),
Beras dan Jagung. Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian Riau.
Susanti, A., Faizah, M., & Wibowo, R. (2018). Uji
Infektifitas Mikoriza Indigenous Terhadap
Tanaman Kedelai Terinfeksi Phakopsora
pachyrhizi Syd. In Prosiding Seminar
Nasional Multidisiplin (Vol. 1, pp. 132-137).
Wahyudi, M. S., Faizah, M., & Zuhria, S. A. (2021).
Morphological Characteristics and Kinship
Relationships of Salak Pace, Salak Hitam,
and Salak Kuning in Bedahlawak
Jombang. AGARICUS: Advances
Agriculture Science & Farming, 1(2), 51-61.
Ummah, R. (2022). Aspek Moral dalam Sains
untuk Menjaga Keseimbangan Alam. EpiC:
Exact Papers in Compilation, 4(1), 483-486.