Studi Perbandingan Kurikulum PAI di Era Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: Analisis Konten dan Implementasinya
Keywords:
Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, PerbandinganAbstract
This study was conducted with the aim of comparing the implementation of the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum in madrasah. The method used in this study is a literature study method with a qualitative approach. The results of this study indicate differences between the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum. The 2013 curriculum emphasizes a standardized structure and a systematic competency approach, while the Merdeka curriculum provides greater flexibility to madrasas and teachers in managing learning according to student needs and local contexts. In the implementation of both curricula, various obstacles also occur. One of the obstacles to the implementation of the two curricula is the lack of counseling regarding the procedures for implementing the curriculum, so that many madrasas and teachers are less than optimal in the process of implementing one of the curricula. In addition, the lack of adequate facilities is also a factor inhibiting the implementation of the curriculum, both in the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka di madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada struktur yang terstandarisasi dan pendekatan kompetensi yang sistematis, sementara kurikulum merdeka memberikan fleksibilitas lebih besar kepada madrasah dan guru dalam mengelola pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dan konteks lokal. Di dalam implementasi kedua kurikulum tersebut juga mengalami berbagai macam kendala. Salah satu kendala dari penerapan antara kedua kurikulum tersebut adalah kurangnya penyuluhan mengenai tata cara pennerapan kurikulum, sehingga banyak madrasah dan guru yang kurang optimal dalam proses penerapan salah satu kurikulum tersebut. Selain itu kurangnya fasilitas yang memadai juga menjadi salah satu faktor penghambat dari penerapan kurikulum, baik dalam kurikulum 2013 maupun kulikulum Merdeka.