DAMPAK KEBIJAKKAN IMPOR BAWANG MERAH TERHADAP PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH JAWA TIMUR
Keywords:
Kebijakan Impor, Pendapatan Petani, Bawang Merah, Jawa TimurAbstract
This study was conducted to examine the impact of the shallot import policy on the income of shallot farmers in East Java. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving shallot farmers, agricultural extension workers, and relevant supporting documents. The collected data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the shallot import policy has both positive and negative impacts. On the one hand, it helps maintain market supply and stabilize prices for consumers. On the other hand, increased imports during periods of abundant domestic production tend to reduce farm-gate prices, resulting in lower farmer income. The magnitude of the impact depends on the timing of imports, domestic production conditions, and farmers' ability to manage their farming activities.
References
Annisa, R. V., Agustina, T., & Universitas Jember. (2024). Analisis risiko usahatani bawang merah dan perilaku petani dalam menghadapi risiko di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. 8(3), 1099–1111.
Aris Farianto, Karyani, T., & Trimo, L. (2021). Komparasi pendapatan usahatani bawang merah berdasarkan sumber pembiayaan di Kabupaten Nganjuk. 9(2), 88–104.
Dewi, A., Fitri, S., & Poltekkes Kemenkes Surakarta. (2025). Konsep definisi operasional variabel. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.13984.29442
Dewi, M. K. (2022). Pengaruh tingkat produksi, harga, dan konsumsi terhadap impor bawang merah di Indonesia. 5(1), 139–149.
Fajarika, D., & Fahadha, R. U. (2020). Analisis usaha tani bawang merah dalam aspek teknis, finansial, dan sosial ekonomi di Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah. Heuristic, 17(1), 43–54. https://doi.org/10.30996/he.v17i1.3570
Fathih, A., Silmi, M., Marwanti, S., Rahayu, W., & Fakultas Pertanian. (2024). Analisis potensi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam perekonomian Provinsi Jawa Timur. 12(1), 1–13.
Fitriana, A., Sinaga, B. M., & Hastuti, D. (2019). Dampak kebijakan impor dan faktor eksternal terhadap kesejahteraan produsen dan konsumen bawang merah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan.
Hodijah, S., & Angelina, G. P. (2021). Pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 10(1), 53–62.
Fakultas Hukum, & Universitas Trunojoyo. (2021). Pengaturan impor pangan negara Indonesia berbasis pada kedaulatan pangan. 14(1), 1–9.
Iryani, D. (2021). Potensi Kabupaten Nganjuk sebagai penyangga suplai stok bawang merah di Provinsi Jawa Timur. 4, 68–77.
Jefferson, S., Panjaitan, H., & Saragi, P. (2025). Manifestasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan melalui program food estate menuju transformasi sosial dan perekonomian nasional dalam perspektif negara kesejahteraan. 5(5), 1327–1337.
Lestari, A., Zahra, A., Zahra, S., Aspia, K., & Rozi, Y. F. (2024). Strategi dan kebijakan ekspor impor atau perdagangan internasional terhadap pertumbuhan ekonomi. 12, 2643–2647.
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Nazir. (2005). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Noviandika, L. Y., Fauziyah, E., & Moninthofa, H. (2024). Daya saing produksi bawang merah varietas lokal Rubaru pasca kebijakan subsidi pupuk 2022. 21(2), 239–255.
Oktaviani, D. A., Sulistyowati, R., & Lidyana, N. (2021). Pengaruh motivasi dan kompensasi terhadap kinerja petani bawang merah (Studi kasus Gapoktan Bawang Merah Desa Randuputih Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo Jawa Timur). 25, 58–64.
Putri, D., Sari, L. E., & Salsabilla, R. (2024). Peran ekspor dan impor terhadap perekonomian Indonesia dalam perspektif ekonomi syariah. (2), 74–85.
Ratri, T. K., & Hayat, A. (2023). Studi pada Dinas Pertanian, petani bawang merah, dan pedagang bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Jurusan Administrasi Publik, 2(5), 857–863.
Rijali, A. (2022). Analisis data kualitatif. 17(33), 81–95.
Salsabila, A., Silvia, V., & Universitas Syiah Kuala. (2024). Dinamika pasar pertanian: Analisis faktor-faktor yang memengaruhi harga dan produksi produk pertanian. 2(1), 82–89.
Sulistiowati, S. E., Anindita, R., & Asmara, R. (2021). Volatilitas pasar bawang merah di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur. 39(1), 15–27.
Surbakti, N. J. R., Wibowo, R. P., & Salmiah. (2023). Faktor-faktor yang berkaitan dengan impor dan ekspor bawang merah di Indonesia. Agrikultura, 34(2), 163. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i2.45686
Susianti, O. M. (2024). Perumusan variabel dan indikator dalam penelitian kuantitatif kependidikan. 9, 18–30.
Wati, R. I., Subejo, S., & Maulida, Y. F. (2021). Problematika, pola, dan strategi petani dalam mempersiapkan regenerasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan ketahanan wilayah. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 187.
Yanti Fatmariyanti, & Fauzi, A. (2023). Kebijakan publik versi William Dunn: Analisis dan implementasi. 1(1), 1–9.
Yanti, I. R., Hodijah, S., & Nurjanah, R. (2022). Determinan impor bawang merah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Aktual, 2(1), 7–12. https://doi.org/10.53867/jea.v2i1.59
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54..pd
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ilham Amirul Muttaqin, Septi Ambar Indraningtia Sukma, Miftachul Chusnah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






