Analisis Kelayakan Usahatani Labu Siam di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupten Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.32764/epic.v8i3.1805Keywords:
usahatani labu siam, analisis kelayakan, R/C Ratio, Break Even PointAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani labu siam di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terhadap 30 petani labu siam yang dipilih secara purposive sampling. Rata-rata luas lahan yang diusahakan oleh responden sebesar 0,11 hektar. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio, Benefit Cost Ratio, dan Break Even Point untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani labu siam mencapai 14.928 kilogram per musim tanam pada rata-rata luas lahan 0,11 hektar dengan harga jual rata-rata sebesar Rp1.430/kg. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 21.347.040 per musim tanam, sedangkan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp. 10.016.633 per musim tanam. Dengan demikian, rata-rata pendapatan petani mencapai Rp. 11.330.407 per musim tanam. Nilai Revenue Cost Ratio sebesar 2,1 dan Benefit Cost Ratio sebesar 1,13 menunjukkan bahwa usahatani labu siam layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Hasil analisis Break Even Point menunjukkan bahwa BEP produksi sebesar 7.005 kilogram dan BEP harga sebesar Rp670/kg, sehingga produksi dan harga jual aktual masih berada di atas titik impas. Penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani labu siam memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
References
Amanati, S., Dolorosa, eva, & Maswadi. (2023). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Lahan Gambut Kabupaten Kubu Raya I. Jurnal Pertanian AGROS, 25(3), 2727–2736.
Ayuningrum, D., & Aji, T. S. (2025). Usaha Tani Kubis di Desa Ngadirejo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Diah. Agrotechbiz, 01(02), 67–71.
BPS Kabupaten Sukabumi. (2025). Sukabumi, BPS Kabupaten 2025. https://sukabumikab.bps.go.id/
Cahya Fikri, A., & Tsani, A. (2025). Analisi Kelayakan Usahatani Cabai Merah (Studi Kasus di Satuan Pelayanan UPTD BBH Cimangkok) .Jurnal AGRITA, 7(2), 122–133.
Firmansyah Zukhruf, M., Friadi, H., & Nurmalia, A. (2025). Analisis Keuntungan Dan Break Even Point Usahatani Melon Pada Agroeduwisata Toboponik Di Kota Bengkulu Analysis. SINTA Jurnal, 6(1), 127–136.
Mandiri, T. T., Kirana, I., & Febriyono, W. (2025). Analisis Kelayakan Usaha Tani Cabai Merah di Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Feasibility. Jurnal Peradaban, 05(01).
Suwandi, Mahananto Sahrifudin, M. A., & Agung, P. (2023). Analisis Kelayakan Usahatani Kubis (Brassica Oleracea L) di Kabuvateen Magelang. Hijau Cendikia, 8.
Tampubolon, J. H., Delvian, & Rauf, A. (2024). Analisis Pendapatan Usahatani Tanaman . IDEAS, 12(2), 246–258.
Yanuarius Azi, P., & Umbu Kaleka, M. (2024). Analisis Finansial Pembukuan Greenhouse Babbu pada Usahatani Tanaman Tomat di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada. Agribis, 17(2), 2338–2347.
